Browsing "Celoteh"
Jun 14, 2015 - Celoteh, Facebook    No Comments

Ini Facebook bukan Forum!

10443385_10203153368616462_3000210307680582066_n

 

Pemilu 2014 lalu telah usai, banyak hal yang membekas dalam pemilu kali ini bagi saya tersendiri. Terutama bermunculannya para aktivis dan politikus keyboard di media sosial seperti facebook dan twitter. Padahal pada jaman dulu, postingan opini politik seperti itu hanya ditemui di forum-forum, ditulis dengan rapi, cerdas, intuitif dan bila perlu lengkap dengan pelbagai referensi yang mendukung sebagai thread yang berbobot. Thread dibuat juga tidak menyentuh hal-hal rasial, personal atau menyinggung hal-hal yang sifatnya menjadi hak orang lain.

Read more »

Apr 19, 2013 - Celoteh    No Comments

Beramai-ramai Korupsi Uang Negara

Miskin moralitas, mereka sudah tidak malu lagi mencuri uang negara, harta kekayaan milik rakyat yang diperas dengan nama pajak. Para koruptor bersembunyi dibalik mafia hukum dan pejabat-pejabat sebagai pemimpin terciprat uang-uang haram, tidak malukah lagi? Sejak adanya KPK diduga ada 37.000 laporan penyalahgunaan uang negara, rasanya hal ini tidak akan pernah kita dengar sebelum anak haram ini dilahirkan. Lucunya lagi, beberapa ormas muncul bak pahlawan kesiangan berteriak untuk menutup kasus “kriminalisasi” iniĀ  dan meminta membubarkan KPK dengan alasan menyelamatkan bangsa. Ironis memang bila lagi-lagi keadilan di negeri ini seperti dongeng penghantar tidur, kita sudah tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah, tak heran bila pemimpin-pemimpin seperti ini diharamkan untuk dipilih! Maaf bung, nasionalisme bukan berarti kita membanggakan bambu runcing dapat mengusir penjajahan dulunya, abad modern saat ini nasionalisme berarti melawan kebodohan dan meningkatkan kemakmuran bangsa.

Sebuah catatan di tahun 2009
Apr 13, 2013 - Celoteh    No Comments

Awak Orang Indon Ke?

Tahun 1997 ketika itu saya lagi kemaruk-maruknya chatting dengan menggunakan mIRC, sebuah pelayanan relai chat yang dapat menghubungkan dengan berbagai server chatting yang ada di seluruh dunia, secara tak sengaja saya berkenalan dengan orang Malaysia, dalam pembicaraan tersebut (private message) orang Malaysia tersebut mengetik; Awak orang indon ke? Karena pada saat itu saya belum begitu mengenal istilah-istilah chat, saya memberanikan menanyakan apa itu indon? Beberapa menit kemudian saya menerima balasan; Indonesia. Pikiran saya menerawang jauh, bagaimana mungkin Indonesia dapat menjadi sebuah singkatan umum yang dikenal dengan indon? Padahal setahu saya saat itu singkatan internasional untuk Indonesia dikenal INA dan bukan IND yang merupakan singkatan untuk India. Lalu saya kembali menanyakan pada teman baru chat saya itu dengan pertanyaan singkat, ” Kenapa Indon?” Teman saya itu menjawab bahwa terlalu panjang untuk menulis nama Indonesia dalam chatting. Saya memahaminya saat itu chat memang membutuhkan jawaban yang singkat dan cepat agar teman chat baru tidak terburu tidur sebelum kita menyelesaikan tulisan yang selengkapnya.

Read more »

Apr 13, 2013 - Celoteh    No Comments

Televisi

Sepasang suami istri yang masih muda dan baru saja menikah terlihat kebingungan memilih jenis dan bentuk televisi disebuah toko elektronik. Sang suami bingung memikirkan uang tersedia di kantong yang hanya cukup untuk membeli televisi ukuran 14 inch sedangkan wajah istrinya terlihat berseri-seri membayang dapat mengikuti kelanjutan sinetron yang selama ini ia nonton di rumah tetangga. Tak henti-hentinya istrinya berdecak kagum melihat berbagai kecanggihan berbagai jenis televisi yang ditawarkan pemilik toko yang dipajang di rak khusus. Pemilik toko semakin bersemangat memberikan penjelesan kelebihan yang dimiliki masing-masing televisi, matanya semakin menghijau seperti daun yang baru tumbuh dan perlahan-lahan muncul gambar tato dihelai daun tersebut bertuliskan Rp. Orang menyebut fenomena ini dengan “duidhalusination”. Sementara itu suaminya berpura-pura mencari kesibukan dengan melihat jenis barang elektronika lainnya, sementara otaknya berputar keras memikirkan perabot meja makan yang belum terbeli.

Read more »

Pages:12»