• Celoteh

    HOAX Apa HOAX?

    Tidak perlu berteriak HOAX ketika Anda menerima berita fake news dalam sebuah MEDAN PERANG. Namanya juga berita perang, sarat dengan propaganda, operasi intelijen, serta usaha menjatuhkan mental lawan. Sayangnya kita tidak tahu sedang berada dimana ketika mencoba menantang fake news, tidak perlu berteriak lantang, karena kita sendiri sedang berada dalam pusaran propaganda itu sendiri saat mendukung salah satu kubu atau tidak.

  • Celoteh,  Facebook

    Ini Facebook bukan Forum!

      Pemilu 2014 lalu telah usai, banyak hal yang membekas dalam pemilu kali ini bagi saya tersendiri. Terutama bermunculannya para aktivis dan politikus keyboard di media sosial seperti facebook dan twitter. Padahal pada jaman dulu, postingan opini politik seperti itu hanya ditemui di forum-forum, ditulis dengan rapi, cerdas, intuitif dan bila perlu lengkap dengan pelbagai referensi yang mendukung sebagai thread yang berbobot. Thread dibuat juga tidak menyentuh hal-hal rasial, personal atau menyinggung hal-hal yang sifatnya menjadi hak orang lain.

  • Celoteh

    Beramai-ramai Korupsi Uang Negara

    Miskin moralitas, mereka sudah tidak malu lagi mencuri uang negara, harta kekayaan milik rakyat yang diperas dengan nama pajak. Para koruptor bersembunyi dibalik mafia hukum dan pejabat-pejabat sebagai pemimpin terciprat uang-uang haram, tidak malukah lagi? Sejak adanya KPK diduga ada 37.000 laporan penyalahgunaan uang negara, rasanya hal ini tidak akan pernah kita dengar sebelum anak haram ini dilahirkan. Lucunya lagi, beberapa ormas muncul bak pahlawan kesiangan berteriak untuk menutup kasus “kriminalisasi” ini  dan meminta membubarkan KPK dengan alasan menyelamatkan bangsa. Ironis memang bila lagi-lagi keadilan di negeri ini seperti dongeng penghantar tidur, kita sudah tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah, tak heran bila pemimpin-pemimpin seperti ini…

  • Celoteh

    Awak Orang Indon Ke?

    Tahun 1997 ketika itu saya lagi kemaruk-maruknya chatting dengan menggunakan mIRC, sebuah pelayanan relai chat yang dapat menghubungkan dengan berbagai server chatting yang ada di seluruh dunia, secara tak sengaja saya berkenalan dengan orang Malaysia, dalam pembicaraan tersebut (private message) orang Malaysia tersebut mengetik; Awak orang indon ke? Karena pada saat itu saya belum begitu mengenal istilah-istilah chat, saya memberanikan menanyakan apa itu indon? Beberapa menit kemudian saya menerima balasan; Indonesia. Pikiran saya menerawang jauh, bagaimana mungkin Indonesia dapat menjadi sebuah singkatan umum yang dikenal dengan indon? Padahal setahu saya saat itu singkatan internasional untuk Indonesia dikenal INA dan bukan IND yang merupakan singkatan untuk India. Lalu saya kembali menanyakan…

  • Celoteh

    Televisi

    Sepasang suami istri yang masih muda dan baru saja menikah terlihat kebingungan memilih jenis dan bentuk televisi disebuah toko elektronik. Sang suami bingung memikirkan uang tersedia di kantong yang hanya cukup untuk membeli televisi ukuran 14 inch sedangkan wajah istrinya terlihat berseri-seri membayang dapat mengikuti kelanjutan sinetron yang selama ini ia nonton di rumah tetangga. Tak henti-hentinya istrinya berdecak kagum melihat berbagai kecanggihan berbagai jenis televisi yang ditawarkan pemilik toko yang dipajang di rak khusus. Pemilik toko semakin bersemangat memberikan penjelesan kelebihan yang dimiliki masing-masing televisi, matanya semakin menghijau seperti daun yang baru tumbuh dan perlahan-lahan muncul gambar tato dihelai daun tersebut bertuliskan Rp. Orang menyebut fenomena ini dengan “duidhalusination”.…

  • Celoteh

    Playboy: Mari Telanjangi Wanita Indonesia!

    Playboy masuk ke Indonesia? Wow keren! Icon pornografi internasional itu akhirnya bisa masuk ke Indonesia. Hugh Hefner boleh berbangga, Indonesia yang terkenal dengan budaya ketimuran mengijinkan bendera kelinci itu berkibar negeri yang terkenal dengan adab kesopanan ini Selamat Datang Playboy! © Januari 2006

  • Celoteh

    Korupsi dan Nasionalisme

    Aceh lon sayang Aceh lon malang… Tulisan ini saya buat setelah 6 bulan lebih pasca tsunami di Aceh yang terjadi penghujung desember 2004 lalu. Program pemulihan baik fisik dan psikologis gencar dilakukan di seluruh pelosok Aceh. Namun seiring dengan itu isu korupsi pun sangat luar biasa terjadi, inilah yang disebut “tsunami moral” yang sesungguhnya… Tulisan ini sudah dilakukan editing berkali-kali mengingat dan mempertimbangkan… blah blah blah Korupsi dan Nasionalisme © Juni 2005