Curhat

Selamat Jalan Ustad Jefri

Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..,”

@jefri_buchori
– Rabu (13/3) pukul 9.35 WIB.

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

 

 ustad-jefri

 

Hari ini Ustad Jefri al-Bukhori menghadap Allah, di hari yang dimuliakan Allah, jumat, 26 April 2013. Sangat mengejutkan, karena lama tidak muncul di televisi, namun pada hari ini Beliau telah menghadap Allah, padahal bulan ramadhan di depan ini nantinya kami sangat merindukan engkau melantunkan ayat-ayat suci al-Quran. Selamat jalan Ustad, Insyaallah engkau sebagai penghuni – penghuni surga nantinya.

 

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi amanDan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” ( QS.Al-Hijr:45-48 )

 

Setiap muslim mendambakan kematiannya dalam keadaan husnul khatimah, kondisi ini mungkin dapat diperoleh oleh setiap muslim, semuanya sangat tergantung pada hubungan (ibadahnya) kepada Allah. Semakin dicintai Allah maka Allah pun akan menjemputnya secara mulia, tanda itu pun ditinggal kepada kita yang masih hidup untuk berpikir dan melakukan hal yang serupa agar kelak ajal menjemputpun dalam keadaan yang dimuliakan Allah. Amin.

Beberapa tanda itu adalah:

Pertama, mengucapkan kalimat tauhid (syahadah). Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang di akhir hayatnya mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT), maka ia masuk surga.” (HR Abu Dawud).

Kedua, dahi atau keningnya berkeringat. Sebuah riwayat dari Buraidah bin Hashib RA, dia berada di Khurasan. Lalu, saudaranya kembali kepadanya dalam keadaan sakit sehingga ia sempat menyaksikan kematiannya.

Saat saudaranya meninggal dunia, ia melihat keringat keluar dari dahinya, dan berkata, “Allahu Akbar”. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Meninggalnya seorang Mukmin ditandai dengan keringat di dahinya.” (HR Tirmizi, Nasa’i, dan Ibn Majah).

Ketiga, meninggal dunia pada malam Jumat atau siang harinya. Tanda ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA. Dia mendengar bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.” (HR Tirmizi).

Keempat, mati syahid. Ada lima macam mati syahid yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni disebabkan wabah (al-math’un), sakit perut ( al-mabthun), karam atau tenggelam (al-ghariq), tertimpa tanah runtuh (shahibul hadm), dan syahid dalam perang di jalan Allah. (HR Bukhari dan Muslim)

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ، أَوْ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allâh dari fitnah kubur.
(HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35)

 

This slideshow requires JavaScript.

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of