Opini

Don’t Visit Indonesia!

Dalam teori conspiracy theory yang saya pahami, untuk melakukan sebuah perubahaan besar dari sebuah kehidupan yang monoton maka perlu dilakukan suatu rekayasa politik besar (new world order), termasuk di dalam upaya menciptakan kasus-kasus kebohongan yang terkontrol secara sistematis untuk menciptakan suasana baru yang terkendali dibawah suatu kekuasaan. Tentunya, dalam prakteknya mereka akan menciptakan episode-episode thriller baru hingga orang awam akan mengikuti satu trend kebenaran dari sang penciptanya itu.

CIA pernah mengakui bahwa revolusi tahun 1965-1966 yang terjadi di Indonesia tahun itu merupakan operasi intelijen internasional termurah yang pernah mereka lakukan, cukup melemparkan sebuah isu dan rekayasa berita melalui Radio BBC London palsu yang di “kup” di Thailand, Indonesia pun bergejolak. Intinya, orang Indonesia sendirilah yang paling mudah terprovokasi. TAPI sekarang, orang-orang pemerintah sendirilah yang melakukan provokasi-provokasi itu sendiri. Ntahlah, akankah Indonesia akan masuk sebagai wilayah operasi intelijen internasional untuk menghancurkan negara yang mayoritas muslim terbesar di Asia Tenggara seperti yang terjadi di Timur Tengah?

Saat ini, hampir semua media memberitakan tentang ISIS terutama televisi berita, tak tanggung-tanggung headlines pun dibuat bermacam-macam, seakan-akan Indonesia sudah terancam ISIS. Hampir setiap pagi kita melihat liputan penangkapan orang-orang yang terlibat ISIS/IS, tidak tanggung-tanggung, pengamat intelijen pun dilibatkan dalam wawancara, sebuah wacana dan opini publik pun terbentuk bahwa Indonesia dalam keadaaan darurat melawan bahayanya ISIS/IS. Sebagai orang awam, tentunya kita akan menaruh rasa percaya akibat berita-berita yang disampaikan oleh media tersebut.

Efek dari berita tersebut bukanlah baik, bagi saya sendiri sangat berlebihan dan overacting, sepertinya Indonesia akan mengikuti tuannya Amerika dalam memerangi terorisme (baca: Islam) secara ofensif. Tindakan cari muka sebagai pelayan agar disayang oleh Tuan Amerika. Padahal, disaat isu ISIS mencuat di dalam negeri saat ini, pemerintah sedangkan menargetkan peningkatan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, bayangkan bila isu yang dihembuskan media dan intelijen secara berlebihan bukankah akan menimbulkan stigma bahwa Indonesia bukanlah negara yang aman untuk pariwisata? Untuk apa bikin program pariwisata bila isu-isu politik ketidaknyamanan ini diekspos secara berlebihan?

Melihat perkembangan liputan media Indonesia yang berlebihan, wajar donk bila negara lain pun ikut mengeluarkan travel warning ke Indonesia, atau boleh kita mengatakan bahwa Indonesia sedang berperang melawan ISIS/IS, jadi jangan berkunjung ke Indonesia dulu ya!

 

___

Mantan Agen CIA: ISIS Dibentuk Israel, Amerika dan Inggris. Link

Menpar Optimis Target 12 Juta Wisatawan Mancanegara di Tahun 2015. Link

Strategi Jokowi Incar 20 Juta Kunjungan Turis Asing. Link

Densus 88 Todongkan Senjata Api ke Anak-anak Yayasan Rumah Tarbiyah. Link

 

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of