Facebook,  The Thinker

Bantahan QS Maryam tentang Yesus adalah Jelmaan Allah

Clip_2

 

Karena saya seorang muslim maka saya akan mencoba menjawab;

DEBAT SOSIOLOGIC AGAMA
Topik : Berdasarkan Alquran, Jesus Tuhan atau Bukan?

Prolog :
1. Menurut Alquran, Jesus (Isa) adalah roh Allah yg menjelma menjadi manusia. Bukankah ini menegaskan bhw Jesus adalah Tuhan? Logika theologinya adalah : Dapatkah Allah dan Roh Nya dipisahkan? Bukankah ini sebuah kesatuan dan sesuai dgn ke’ESA’an Tuhan?
2. Alquran juga menyatakan bhw Jesus adalah Kalimatullah atau Firman Allah, sama spt apa yg tertulis di Alkitab. Dengan apa alam semesta ini diciptakan? Bukankah dengan Kalimat atau Firman? Dapatkah semua diciptakan tanpa Firman atau Kalimat Allah? Tentu tidak! Bila alam semesta ini diciptakan oleh Firman, pertanyaannya adalah : Fiman itu Pencipta atau Ciptaan ? Dengan logika ini, bukankah Alquran dengan sangat tegas mengatakan Jesus adalah Tuhan? Jesus adalah Firman yang esa dengan Allah.
Clear, bukan?

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Tidak ada satu ayatpun dalam al quran yang menyatakan Yesus adalah Tuhan, maka sembahlah ia;

 

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“maka ia (Maryam) mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, yang menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.” – (QS.19:17)

Selanjutnya pada ayat : QS: ayat 19

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا

“Ia (Jibril) berkata: ‘Sesungguhnya, aku ini hanyalah seorang utusan Rabb-mu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci’.” – (QS.19:19)

Lihatlah ayat ini, ternyata pada ayat tersebut malaikat Jibril menjelaskan bahwa nantinya Maryam akan melahirkan SEORANG (manusia, bukan Tuhan) anak laki-laki. Tentunya bila itu adalah anak Tuhan, maka pasti ada ayat selanjutnya yang akan menerangkan bahwa itu adalah Tuhan yang harus dijaga baik-baik atau akan ada perintah selanjutnya kepada Jibril dari Allah bahwa ia akan menjadi Tuhan yang harus kalian sembah, ternyata malaikat TIDAK memberikan perintah atau isyarat apa pun bahwa kandungan Maryam tersebut adalah bakal “seorang” Tuhan.

Proses peniupan ruh terjadi pada setiap manusia, tidak hanya ternjadi pada Yesus saja (QS.19:17), Hal yang membedakan pada manusia (biasa) terjadi melalui pembuahan, beberapa ayat yang menjelaskan tentang ini; Al-Qiyamah : 37, QS. Al-Mu;minun: 13, QS Ghafir : 67 .

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

Ayat diatas sudah jelas bahwa Allah membantah Yesus adalah bagian dari Allah sendiri yang diklaim penulis posting bahwa Jesus (Isa) adalah roh Allah yg menjelma menjadi manusia. Ayat diatas menjelaskan Adam AS dan Isa AS juga sama-sama diciptakan Allah dari tanah dan ditiupkan ruh kepadahnya, jadi Adam dan Yesus bukanlah Tuhan, lihat;

 

 ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖوَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚقَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (As-Sajdah: 9)

 

( حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم -وهو الصادق المصدوق- قال: “إن أحدكم يُجمع خلقُه في بطن أمه أربعين يوما، ثم يكون علقة مثلَ ذلك، ثم يكون مضغة مثل ذلك، ثم يبعث الله ملكاً يؤمر بأربع كلمات ويقال له: اكتب عمله وأجله ورزقه وشقي أو سعيد. ثم ينفخ فيه الروح…”). صحيح البخاري رقم (3208).

Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya setiap kamu dibentuk di perut ibunya selama 40 hari, kemudian berbentuk ‘alaqah seperti itu juga, kemudian menjadi mudhghah seperti itu juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan 4 masalah…. (HR. Bukhari, Ibnu Majah, At-Tirmizy)

Jadi bila penulis berlogika seperti diatas, maka sementara semua hasil ciptaan Allah sendiri ditiupkan roh, maka tidak bisa disebut Yesus merupakan jelmaan Allah dalam bentuk manusia, maka sungguh semua hasil ciptaan itu akan menjadi Tuhan nantinya.

Saya yakin penulis dan misionaris tidak akan berani mengutip ayat-ayat selanjutnya dalam surat Maryam tersebut, ternyata pada ayat selanjutnya disebutkan diatas, kelahiran Yesus pun terjadi seperti biasa, Maryam mengalami proses kehamilan layaknya wanita lain;

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu, ke tempat yang jauh.” – (QS.19:22)

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak, memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati, sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan’.” – (QS.19:23)

Mungkinkah Maryam mengalami rasa sakit yang luar biasa ketika mengandung anak Tuhan Yesus?

Selanjutnya Allah menjelaskan pada ayat 30 ;

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,” – (QS.19:30)

 

dan lagi, bukan sebagai Tuhan, melainkan hanya seorang Nabi.

 

 

Catatan;

Postingan asli. Sumber: Link
Postingan sewaktu-waktu dapat dihapus.

Lihat : AL-QUR’AN & EMBRIOLOGI : Ayat-Ayat Tentang Penciptaan Manusia. Link

 

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of