The Thinker

Kenapa Nabi Muhammad SAW Tidak Boleh Digambar?

220px-Muhammad2

Setiap umat muslim memahami kenapa Nabi Muhammad ﷺ tidak dibolehkan diilustrasikan, hal inilah yang membuat beberapa orang nonmuslim merasa tersinggung dan terganggu sebagai bentuk kebebasan dalam berekspresi sebagai suatu karya seni, kepentingan media ataupun entertainment. Berbeda dengan Yesus yang digambarkan oleh seniman-seniman seperti Micheal Angelo, Leonardo da Vinci,  di gereja-gereja tua di Eropa, gambar Yesus sendiri digunakan untuk pengajaran, pembuatan film, patung, atau bahkan digunakan sebagai patung pemujaan.

Berbeda sekali dengan Islam, umat Islam dilarang membuat patung-patung, gambar dan sebagainya yang merujuk perwujudan rupa sang nabi-nabi, hal inilah yang mereka gusar, “kenapa tidak boleh?”, “sampai begitukah umat Islam memuliakan nabi mereka?” Sehingga mereka dengan sengaja membuat pelbagai cara untuk menghina Nabi yang sangat dihormati oleh umat Islam ini. [1]

Bagi dunia barat kebebasan berekspresi merupakan hal yang lumrah, diantara mereka sendiri (beragama Kristen) juga ikut menghina Tuhan mereka sendiri sebagai bentuk freedom speech tadi, gambar-gambar itu yang pada awalnya sebagai bentuk kekecewaan atau ketidakpuasan terhadap ajaran agama mereka. Pada akhirnya berujung pada penghinaan (insult) agama.

Berkaca apa yang terjadi didalam dunia Kristen maka banyak sekali hikmat yang bisa dipahami oleh umat Islam mengapa baginda Muhammad ﷺ tidak dibolehkan diilustrasikan. Kenapa? Inilah sebabnya;

  1. Bayangkan bila Nabi/Tuhan memiliki (gambar/ilustrasi) keserupaan seseorang maka orang dapat berpura-pura menjadi Tuhan atau Nabi. Adanya ilustrasi Yesus telah mengilhami beberapa orang yang mengaku sebagai Yesus; Alan John Miller, David Koresh, David Shayler, Jim Jones. Beberapa nama lain terdaftar disini.
  2. Meski ilustrasi pada pemahaman tentang nilai-nilai spiritual, gambar diyakini memberikan perspektif yang berbeda dari gambar yang ditampilkan. Misalnya saja lukisan “The Last Supper Of Jesus” karya Leonardo da Vinci yang dianggap sedikit menyimpang dari ajaran Bible sehingga perlu diedit.
  3. Lukisan tidak bisa menunjukkan keakuran rupa yang asli. Sampai saat ini tidak ada orang di dunia yang bisa menunjukkan bahwa manakah wajah asli Yesus dari ribuan gambar ilustrasi yang ada dimuka bumi ini.
  4. Gambar ilustrasi bisa menimbulkan perdebatan. Misalnya saja, Yesus merupakan orang Asia kenapa digambarkan berkulit putih seperti orang Eropa? Menariknya, beberapa orang mulai mempertanyakan ilustrasi Yesus yang digambarkan berambut panjang (gondrong) padahal berdasarkan Bible: 1 Corinthians (Korintus) 11:14; Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang.
  5. Gambar ilustrasi Nabi/Tuhan dapat digunakan sebagai alat untuk melecehkan penganut agama lain
  6. Penyalahgunaan gambar dapat terjadi misalnya digunakan untuk pemujaan, dalam Islam menjadi bentuk perilaku syirik.

Selebihnya Anda bisa menambah sendiri, walalhualam bishawab,-

 

[1] Adalah Pamela Geller penulis buku Stop The Islamization of America dan ketua organisasi American Freedom Defense Initiative (AFDI) yang membuat kontes Muhammad Art Exhibit and Contest.

Charlie Hebdo, majalah mingguan Perancis dengan secara terang-terangan menghina Nabi Muhammad dalam beberapa kali edisi mereka sebagai cover majalah.

Molly Norris, penggagas Everyone Draw Mohammad Day, sebuah event yang dibuat di jejaring Sosial Facebook.

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of