Jul 19, 2016 - Timur-Tengah    1 Comment

Perang Babak Baru di Syria

syria

Siapakah yang sebenarnya mastermind dibalik penghancuran secara masif yang terjadi di ‪ Syria‬? CIA boleh berkata lain, tapi tidak dengan Barrack ‪Obama‬. Perbedaan pendapat seperti ini selalu kita tonton dari semua kebijakan US menyangkut operasi militer dan politik di Timur Tengah.

Lihat : Former CIA director on “worst-case scenario” in Syrian civil war. Link

Sementara itu, Amerika Serikat dan Rusia akan berkerjasama membentuk alies baru dalam memerangi ISIS. Salah satu poin dalam kerjasama pembantaian tersebut adalah memerangi faksi Jabhat Al Nusra yang sudah dimasukan ke dalam kelompok Teroris. Dari 225 faksi kelompok pembebasan Syria (FSA) hanya Al Nusra dikelompokan sebagai teroris, kenapa? Faksi tersebut menolak kerjasama dengan US/CIA, menolak semua supply senjata dari Amerika.

U.S. and Russia Agree on Steps to Combat ISIS in Syria. Link

Fitnah? Tidak, kita bisa melihat bagaimana CIA membentuk pasukan baru dari gabungan beberapa faksi FSA menjadi faksi baru yang disebut New Syrian Army (NSA/NSyA) untuk melawan ISIS.

Semua strategi perang pun diatur oleh CIA, hingga tidak heran NSA mengalami kekalahan besar ketika melawan ISIS sebulan lalu. Sekarang kita akan melihat nantinya peran US dalam aliansi baru itu, apakah akan memerangi rakyat sipil atau tidak seperti yang dilakukan Rusia sebelumnya.

 

1 Comment

  • Berdoalah untuk kemenangan tentera Islam sebenar yang mendapat wahyu Allah yang kita sendiripun tak pasti FSA ke, Jabhal NUsrah ke, ISIS ke. Tapi kalau mengikut hadis kerjasama dengan kristian ini akan mengalahkan kezaliman setidak-tidaknya rakyat Syria tak terus disembelih.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!