The Thinker

Monopoli Listrik

Bagaimana bila perusahaan listrik negara tidak hanya dikelola oleh PLN? Wow, sesuatu banget! Kenapa tidak? Di beberapa negara justru perusahaan listrik terdiri dari beberapa perusahaan yang mengelola kebutuhan masyarakat yang satu ini. Tentunya pelayanan pun semakin baik. Kita tidak memiliki satu opsi : pasrah!

Kadang dalam beberapa tahun sekali PLN pada tanggal 1 januari menaikan tarif dasar listrik, tidak tanggung-tanggung dalam tahun ini (2013) akan terjadi kenaikan listrik secara bertahap.

Seperti biasa,… kenaikan tidak diimbangi dengan pelayanan. Entahlah, hampir setiap hari lampu di tempat gue padam terus, parahnya lagi kalo malam, tegangan tidak mencapai 220 V, barang-barang elektronika mulai berjatuhan, 2 televisi sudah rusak, sebentar lagi (duh, jangan sampe deh) kulkas pun akan menyusul. Ganti rugi kemana?

Kalo saja perusahaan listrik ini punya 2, 3 atau lebih, udah tentu gue tidak akan milih namanya PLN! Tapi apa daya, listrik telah dimonopoli perusahaan satu itu, mau tidak mau ya terima nasib bak jaman kolonial, suka tidak suka ya HARUS terima!

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of