Me

It’s Me

Sayed Muhammad

Lahir di Lhokseumawe, 29 maret 1976. Pekerjaan sehari-hari sebagai petani.

 

 

Gue lahir di desa kecil tepi laot, Pusong, sebuah desa nelayan di pinggir laut kota Lhokseumawe. Gw anak nelayan tapi ga bisa berenang! Hasilnya cuman item doang yang nunjukkin gw emang besar dari desa nelayan. Wakakaka. Dari kecil gw suka menggambar, beberapa kali waktu masih sekolah juara menggambar poster. Nah, dulunya pengen jadi seniman tapi gagal kuliah di ISI (Institut Seni Indonesia) Jogja. Biar ga nganggur mencoba kuliah di fakultas psikologi UII (Universitas Islam Indonesia). Menjelang lulus gw baru sadar ternyata psikologi itu ilmu yang mumet tapi mengasyikan!

Sampai sekarang gw senang dengan design, gw paling seneng bikin poster yang aneh, cuman sayang di tempat gw semakin aneh sebuah design maka dianggap tidak lazim, dan tidak laku! Gw belajar komputer otodidak, beberapa program seperti photoshop, coreldraw, freehand, pagemaker gw belajar pada sang guru: [F1] alias help! Buka program tersebut lalu pijit [F1] di kibod, belajarlah!

Gw suka juga baca buku, terutama psikologi yang berhubungan dengan filsafat salah satunya tulisan Syed Muhammad Naquib Al -attas; Pendidikan Islam. Gw suka buku yang penulisnya punya ide sendiri yang bukan menyalin atau mengikut arus atau sifat metodis atau teoritis banget. Soalnya gw pernah dijebak dengan pertanyaan seperti ini; duluan praktek atau teori dulu yang muncul dalam kehidupan? Pertanyaan tersebut sangat mengusik gw untuk terus berpikir. Yah, kita terjebak dengan pernyataan dalam bentuk pertanyaan tanpa kita sadari ada yang salah mengenai keduanya! Kadang orang menelontarkan pertanyaan seperti itu hanya untuk menunjukkan dirinya sebagai orang yang harus diperhatikan, penonjolan dirinya sebagai pemikir yang baik.

Hal lain yang mengusik gw tentang reflection of therapist,  sebuah “basa-basi” yang harus ditunjukkan oleh psikiater. Saya suka dengan teori tersebut, hampir semua buku kedokteran modern sekarang ini menemukan bahwa obat tidak akan mujarab bila sikap dokter tidak bersahabat dengan pasiennya.

Hal lain mengusik adalah beberapa tulisan Barbara DeAngelis, menurutnya dalam konseling, kebanyakan psikiater terlalu bersikap “terlalu lembut”, padahal orang-orang berobat tersebut juga mempunyai penyakit mental lainnya selain pelbagai permasalahan pribadi lainnya, kebanyakan mereka tidak pernah sadar bahwa tindakan-tindakannya itu salah, tidak peduli dengan orang lain, egois, minim moral, miskin emosional, dsb. Kebanyakan psikiater tidak berani menyerang perilaku-perilaku pasiennya untuk menjaga wibawa, hubungan interpersonal, dan,.. aahh segala tetek bengek teoritis lainnya. Akibatnya, pasien tidak pernah menyedari apa yang disebut dengan self introspection, untuk memperbaiki sikap dan perilakunya. Nah lhoo…

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of