Website dan Desain

Tips Membeli Theme Premium

Membeli theme premium merupakan impian semua orang yang memiliki website, theme premium terlihat lebih elegan dan bonafit. Disamping itu fitur premium lebih mewah dan lebih lengkap. Pengalaman saya pernah membeli beberapa kali theme premium, namun juga tidak menjamin rasa puas 100%.

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum membeli template premium:

  • Lakukan survey terlebih dahulu jenis template yang Anda inginkan.
    Ada banyak sekali template yang dijual secara oniline, jangan terburu-buru memiih, lakukan perbandingan dengan beberapa template lain yang mirip atau sejenis
  • Pilih developer yang handal
    1. Web secure, artinya website tersebut aman dalam melakukan transaksi online, biasanya website tersebut memulai protokol dengan https//www…..
    2. Perhatikan fasilitas member, misalnya lamanya akses untuk mendapatkan upgrade template dan info security. Beberapa developer misalnya menyediakan akses untuk 1 tahun untuk mendapatkan update, setelah masa itu Anda harus melakukan purchase atau   memperpanjang masa kontrak kembali. Ada juga developer menyediakan fasilitas seumur hidup untuk akses upgrade.
    3. Bila menjadi anggota penuh, pilih developer dengan koleksi theme yang banyak, Anda bisa download banyak theme, jadi bisa ganti-ganti theme kapanpun Anda mau.
    4. Pilih developer dengan tingkat popularitas yang tinggi, memiliki banyak member. Why? Semakin banyak member berarti themplate tersebut telah teruji tingkat security-nya.
    5. Perhatikan forum sang developer, Anda bisa mengikuti perkembangan bug dan revisi template tersebut
  • Perhatikan pembicaraan di forum-forum di luar sang developer sehingga kita tahu rumor yang berkembang.
  • Jangan tertipu dengan gambar yang terdapat pada template, sudah pasti gambar yang disediakan merupakan gambar yang bagus sehingga tampilan template pun menjadi cukup menawan dan menggiurkan untuk dibeli
  • Perhatikan fasilitas plugin/ekstensi yang tersedia
  • Perhatikan fungsi dan fitur-fitur tambahan yang ada dalam template
  • Perhatikan fasilitas yang ada di host Anda, beberapa template kadang tidak mendukung host dimana Anda menyewa, misalnya saja server host menggunakan php 5.0 sementara template yang diminta diatasnya. Pengalaman saya ini pernah terjadi ketika hendak melakukan penginstalan theme dari Rocketthemes, dimana untuk plugin gallery request PDD server.
  • Apa yang Anda ingin kembangkan? Perhatikan template support third party yang Anda ingin tambahkan dikemudian hari nantinya. Banyak template kadang layoutnya berantakan setelah menambahkan komponen third party, contoh Jomsocial, Red Component, Buddy Press, dan sebagainya.
  • Pilih template yang unik, meskipun ini tergantung selera individu, memiliki website yang unik juga menjadi sebuah kepuasan tersendiri

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of