The Thinker

Apakah Surga dan Neraka Memiliki Siang dan Malam?

Surga dan neraka adalah hal yang penting bagi orang beragama, ini adalah sebenarnya tujuan dari hidup di bumi. Kematian adalah gerbang terbukanya sebuah final destination; sebuah kehidupan baru yang kekal, kehidupan di surga atau di neraka. Pilihan dari keputusan-keputusan yang kita buat sendiri selama masih hidup.

Tulisan ini merupakan kelanjutan sebagai perjalanan spiritual dari tulisan saya sebelumnya. Tentunya, pikiran saya kali ini merupakan sebuah renungan, pemahaman, pengalaman, serta prinsip-prinsip hidup dalam personal differences yang saya peroleh. Jadi, tulisan ini hanya bertujuan berbagi pikiran dengan syarat tawadhu sebagai manusia yang haus akan pengetahuan, tidak lebih. Tidak ada niat untuk mempengaruhi pemikiran Anda yang sudi mampir dalam blog saya kali ini.

Pertanyaan saya ini sebenarnya sudah lama saya pendam, tidak terpengaruhi oleh buku atau isu yang sempat beredar beberapa tahun silam tentang akhirat yang tidak kekal yang ditulis oleh Agus Mustofa, tetapi merujuk dari pemikiran saya sendiri dan pemahaman filsafat dasar yang saya yakini secara subjektif.

Dalam beberapa literatur tulisan tentang surga dan neraka, banyak saya menemukan perbandingan hari di bumi dengan satu hari di akhirat, benarkan standar pemikiran hitungan hari tersebut? Dari bantahan tulisan terhadap tulisan Bapak Agus Mustofa yang menolak pemikiran bahwa akhirat tidak kekal maka menjadi pertanyaan buat saya;

  1. Bagaimana perhitungan hari di akhirat? Apakah disana juga memiliki siang dan malam?
  2. Bila akhirat itu kekal maka ukuran sehari, seminggu, sebulan atau setahun di akhirat tidak akan berlaku, kekal adalah kekal, maka tentunya ia tidak akan memiliki batas hari antara siang dan malam. Bagaimana?

Terimakasih buat teman-teman yang bersedia memberikan saya referensi tentang hal ini kolom komentar. Syukran, jazakumullah khairan.

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website Pikirdong. Pernah mengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di STAIN Malikussaleh, kini bekerja lepas sebagai desainer dan photographer

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of